Berita Indokalbar.com: Peristiwa hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

18 Mei 2023

Mayat Pria di Temukan Mengapung di Parit Keramat, Diduga Gangguan Jiwa

Mayat Pria di Temukan Mengapung di Parit Keramat, Diduga Gangguan Jiwa.
KUBU RAYA - Warga Desa Kuala Dua di Kabupaten Kubu Raya dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria yang ditemukan mengapung di Parit Keramat pada Rabu (17/5/23) pukul 07.30 WIB. 

Kapolsek Sungai Raya, AKP Hasiholan Saragih, S.H., mengungkapkan bahwa korban telah diidentifikasi sebagai Sio Sui Li, seorang petani berusia 68 tahun yang beralamat di Dusun Keramat, Desa Kuala Dua.

Menurut Hasiholan, identitas korban diketahui melalui keponakan korban yang mengenali mayat tersebut saat warga menemukan Sio Sui Li tanpa busana terapung sekitar 20 meter dari tempat biasa korban mandi di Parit Keramat. Sebelum penemuan ini, seorang saksi yang merupakan warga sekitar telah memberitahu keponakan korban bahwa pintu rumah Sio Sui Li terbuka dan tidak ada orang di dalamnya. 

Selain itu, sebuah lanting yang biasa digunakan korban, yang berada di depan rumahnya ditemukan  handuk dan sabun mandi.

Warga setempat bersama-sama dengan RT melakukan pencarian di sekitar lokasi dengan menyusuri parit. Dalam pencarian tersebut, mayat korban ditemukan mengapung tanpa busana sekitar 20 meter dari tempat biasa korban mandi.

"Setelah kami menerima laporan tersebut, personil Polsek Sungai Raya segera menuju tempat kejadian dan menghubungi BASARNAS untuk melakukan evakuasi jenazah korban," ujar Hasiholan.

" Identitas korban diketahui melalui keponakan korban, saat warga menemukan Sio Sui Li mengapung tanpa busana ±20 meter di Parit Keramat, tidak jauh dari tempat korban biasa mandi," ungkap Hasiholan.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga korban, diketahui bahwa Sio Sui Li yang tinggal sebatang kara di rumahnya memiliki riwayat gangguan jiwa. Beberapa waktu sebelum kejadian, ia sempat mengeluhkan sesak nafas kepada tetangganya.

Setelah evakuasi dilakukan, jenazah diserahkan kepada keluarga korban yang menolak dilakukannya otopsi. Pihak keluarga korban memutuskan untuk membawa jenazah ke Yayasan Bhakti Karya di Jalan H. Soeharto/Rasau Jaya, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, untuk langsung dilakukan prosesi pemakaman.

16 Mei 2023

Kapal Motor Barang KM Hasil Utama Tenggelam di Perairan Teluk Batang, Nahkoda dan Seluruh Kru Selamat

Kapal Motor Barang KM Hasil Utama Tenggelam di Perairan Teluk Batang, Nahkoda dan Seluruh Kru Selamat.
KUBU RAYA - Kapal Motor Barang KM Hasil Utama dilaporkan tenggelam pada hari Sabtu, 13 Mei 2023, sekitar pukul 7:30 WIB. Pihak Kepolisian Polsek Batu Ampar bersama Airud Polda Kalbar  langsung menuju lokasi perairan Perairan Sungai Ijuk Dusun Cabang Ruan Padu Empat Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya untuk melakukan upaya penyelamatan menggunakan speed boat setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai peristiwa tersebut. 

Diketahui, KM Hasil Utama tersebut sedang melakukan perjalanan dari Pontianak menuju Teluk Batang dengan membawa muatan barang kelontong dan sembako.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat, S.H., S.I.K., melalui Aipda Ade Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, membenarkan peristiwa itu, saat ini personil Polsek Batu Ampar bersama Airud Polda Kalbar melakukan penyelamatan terhadap kru KM Hasil Utama.

"Peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Barang KM Hasil Utama membawa muatan barang kelontong dan sembako. Kapal tersebut mengalami kebocoran yang mengakibatkan tenggelam di perairan Perairan Sungai Ijuk Dusun Cabang Ruan Padu Empat Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya," terang Ade

Selanjutnya Ade mengatakan, " Kapal Motor Barang KM Hasil Utama yang dinahkodai Juanda (39) warga Sungai Kakap Kakap Pal XIII, Kabupaten Kubu Raya membawa empat awak kapal, yaitu Rahmat, Dery, Mulyadi, dan Andre dalam keadaan selamat setelah dilakukan penyelamatan oleh personil Polsek Batu Ampar, Airud Polda Kalbar dan warga setempat. Seluruh kru kapal berhasil diselamatkan tanpa ada korban jiwa, terang Ade.

Diduga sekira pukul 04.30 Wib tiba - tiba mesin KM Hasil Utama mengalami mati mesin, kemudian Nahkoda Kapal Juanda melakukan pemeriksaan di kamar mesin, ternyata kondisi kamar mesin sudah dipenuhi oleh air, sehingga mesin pembuang air tidak mampu beroperasi sebagaimana mestinya.

" Sebelumnya kata Ade, diduga Nakhoda Kapal mengetahui kondisi Body / Badan Kapal yang mengalami kebocoran namun selama dalam perjalanan mesin Robin pada kapal tersebut masih mampu menguras air yang masuk kedalam ruang kamar mesin," jelasnya

"Sesampainya di wilayah Perairan Sungai Ijuk Dusun Cabang Ruan Padu Empat Kecamatan Batu Ampar  kondisi cuaca dalam keadaan buruk sehingga menimbulkan riak ombak yang besar dan ditambah dengan beban tekanan muatan angkutan barang di KM Hasil Utama menyebabkan kebocoran body kapal semakin membesar sehingga air semakin deras memasuki ruangan kamar mesin sehingga mesin Robin tidak mampu beroperasi menguras debit Air yang masuk kedalam KM Hasil Utama, sehingga mesin KM Hasil Utama mati total terendam Air, pungkas Ade.

Saat ini personil Kepolisian Polsek Batu Ampar dan Airud Polda Kalbar bersama warga setempat masih melakukan evakuasi terhadap barang angkutan KM Hasil Utama serta melakukan penyelidikan mendalam dari peristiwa tersebut.

15 Mei 2023

Warga Sekip Lama Kecamatan Singkawang Tengah Kota Singkawang Digegerkan Penemuan Mayat Seorang Pria Lansia di Sebuah Rumah

Warga Sekip Lama Kecamatan Singkawang Tengah Kota Singkawang Digegerkan Penemuan Mayat Seorang Pria Lansia di Sebuah Rumah.
Singkawang - Polres Singkawang, Warga Kelurahan Sekil Lama geger bukan kepalang dengan penemuan sesosok Jasad di sebuah rumah di Jalan Ra. Kartini Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Senin 15 Mei 2023.

Jasad berjenis kelamin pria itu ditemukan warga tersangkut dalam posisi tertelungkup dijendela rumahnya.

Menurut penuturan seorang warga setempat yang tak ingin disebut namanya, saat saksi lewat mau ke toko untuk berbelanja, tepat di samping rumahnya, saksi memanggil korban tetapi tidak ada jawaban kemudian saksi mendatangi korban dan menemukan korban dalam keadaan tersangkut di jendela dalam posisi telungkup dan mencoba membangunkan korban tetapi tidak ada respon kemudian saksi memanggil ketua Rt untuk meminta pertolongan mengecek kondisi korban.

Melihat kejadian itu, warga pun berbondong-bondong berdatangan menyaksikan penemuan mayat tersebut.
Hingga tak berapa lama, petugas Polsek Singkawang Tengah mendatangi tempat kejadian untuk mengevakuasi jasad tersebut.

Kapolres Singkawang melalui Kapolsek Singkawang Tengah, AKP Samsudin menerangkan, pihak keluarga menolak untuk dilakukan tindakan Visum dan kami buatkan surat keterangan penolakan tindakan Visum," ujar AKP Samsudin.

Tim SAR Gabungan Temukan Jenazah PLT Ketua Golkar Kubu Raya

Tim SAR Gabungan Temukan Jenazah PLT Ketua Golkar Kubu Raya.
Kubu Raya - PLT Ketua DPD Partai Golkar Kubu Raya, Muhammad Iqbal Zafarullah, yang sebelumnya hilang di Sungai Kapuas, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Senin (15/5/23) pukul 18.49 WIB.

Berkat kerja keras Tim SAR gabungan dan masyarakat setempat, korban berhasil ditemukan di jarak 2 Nautical Mile ke arah hilir dari lokasi awal korban menceburkan dirinya, tepatnya di tikungan perairan klenteng Macau Kumpai Besar.

Kepala Basarnas Pontianak, I Made Junetra, mengatakan bahwa setelah ditemukan, jenazah Muhammad Iqbal langsung dibawa ke posko Tim SAR gabungan dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Selanjutnya, korban dibawa ke RS Soedarso guna dilakukan proses autopsi dengan menggunakan mobil ambulance dan mendapat pengawalan dari Spartan Polres Kubu Raya.

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup pada hari yang sama. I Made Junetra juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi SAR dan memohon maaf jika dalam proses operasi SAR terdapat kekurangan yang mungkin kurang berkenan.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat, S.H., S.I.K mengatakan bahwa upaya pencarian dalam beberapa hari ini telah membuahkan hasil, dimana jenazah korban dapat ditemukan oleh teman-teman Tim SAR gabungan dan masyarakat setempat serta tidak lepas dari doa semua lapisan masyarakat Kabupaten Kubu Raya.

"Kami Polres Kubu Raya turut berbela sungkawa atas kejadian ini, semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini," ujarnya. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga korban.

14 Mei 2023

Kapolres Kubu Raya Pimpin Langsung Pencarian Korban Bunuh Diri

Kapolres Kubu Raya Pimpin Langsung Pencarian Korban Bunuh Diri.
KUBU RAYA - Aksi nekat dilakukan seorang laki - laki yang diketahui menjabat sebagai Plt Ketua DPD Golkar Kubu Raya di sebuah pangkalan Pasir Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya pada Minggu (14/05/2023) siang sekira pukul 10:30 

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aipda Ade menjelaskanPada saat sedang berada di KPU Kubu Raya dalam rangka pengajuan caleg partai Golkar Kubu Raya, korban mengajak istrinya untuk pulang kermah akan tetapi  ternyata mengarah ke arah Kuala Dua dan ketika mobil sudah masuk kearah pangkalan pasir korban mengarahkan mobil kearah Sungai Kapuas hendak menjeburkan diri tetapi dihalangi istrinya dengan mengerem tangan mobil korban.

" Saksi keluar minta tolong dan korban juga keluar dari mobil kemudian melompat ke Sungai Kapuas dan sampai saat ini korban belum ditemukan," kata Ade 

Selain istri korban, kejadian tersebut juga disaksikan oleh seorang pekerja  yang sedang mengoperasikan Eksavator sekira pukul 10.30 Wib, Mobil Suzuki Ertiga warna silver KB 1629 CG masuk kedalam pangkalan pasir PD. Satria Desa Kuala Dua mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, sempat berhenti dibelakang Eksavator dan berpikir hendak membeli ikan. 

"Tidak lama kemudian mobil kembali jalan kearah seteher pangkalan PD. Satria dan berhenti didepan steher kemudian melihat adanya laki-laki dan perempuan (diketahui suami-istri) berada didalam mobil, terjadi tarik menarik hendak keluar mobil dan melihat perempuan keluar mobil minta tolong dan menyusul laki-laki keluar dari mobil menggunakan baju kuning berjalan menuju tongkang pasir kemudian menceburkan diri dibelakang tongkang tepat berada dijangkar tongkang," jelasnya.

Diketahui korban merupakan PLT Ketua DPC Partai Golkar Kubu Raya dan pada saat kejadian Korban memohon ijin dari kegiatan Pencalonan Bakal Calon Legislatif dari Partai Golkar di KPU Kubu Raya dan belum diketahui pasti motif aksi bunuh diri, hingga kini petugas masih melakukan proses pencarian terhadap korban. 

" Saat ini tim SAR (Polres Kubu Raya, Polsek Sungai Raya, Airud Polda Kalbar dan Basarnas Pontianak) yang dipimpin Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat masih melakukan upaya pencarian korban, tegas Ade.

11 Mei 2023

45 Orang Warga Ketapang Diduga Keracunan Selepas Menyantap Makanan Di Acara Resepsi Perkawinan

45 Orang Warga Ketapang Diduga Keracunan Selepas Menyantap Makanan Di Acara Resepsi Perkawinan.
Ketapang, Indokalbar.com - Sebanyak 45 orang warga kebanyakan dari kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) Ketapang mengalami sakit perut dan muntah-muntah diduga keracunan makanan selepas menyantap makanan di acara resepsi perkawinan.

Kepada wartawan, Kapolres Ketapang, AKBP Laba Meliala mengatakan karena jumlah warga terduga korban keracunan terlalu banyak, maka penanganan medis pasien tersebut dibagi pada dua rumah sakit. 

"Sementara ini jumlah warga keracunan sebanyak 45 orang. Perawatanya dibagi dua yakni di Rumah sakit Fatimah dan Agoesdjam," katanya saat meninjau langsung di IGD RSUD dr Agoesdjam Ketapang, Rabu (10/05/23) malam. 

Laba menjelaskan, mereka mengalami gejala keracunan selepas memakan hidangan hajatan perkawinan di kecamatan Delta Pawan pada Rabu, 10 Mei 2023 sekitar pukul setengah sembilan malam. 

Kata Kapolres, kondisi korban saat ini sudah ada yang berangsur pulih dan telah ada yang pulang ke rumah setelah mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit.

"Alhamdulillah sebagian tadi susah ada juga yang berangsur sembuh dan kembali ke rumah karena merasa susah fit. Ini sekarang kita di Agoesdjam antisipasi kita drooping untuk tempat tidur dari polres ke Agoesdjam,"katanya. 

Untuk mengetahui penyebab keracunan massal ini, pihaknya telah melakukan pengecekan di lokasi acara resepsi dan mengambil sampel makanan. 

"Rata - rata yang kita minta keterangannya, korban ini mereka ada makan dari beberapa hidangan lauk pauk di acara resepsi pernikahan. Kita sudah ambil sampel di TKP
tinggal menunggu hasilnya," jelasnya.

Sementara itu, direktur RSUD dr Agoesdjam Ketapang, dr Feria Kowira saat dikonfirmasi mengatakan kalau pasien dengan keluhan sakit perut dan muntah - muntah mulai datang pada sekitar pukul 20.30 wib.

"Pasien (dengan keluhan seperti keracunan) mulai datang pukul setengah sembilan malam ini. Kita langsung lakukan tindakan medis darurat. Saat ini jumlahnya ada 31 pasien, kata Feria. 

Guna menangani kasus massal ini, Feria mengatakan, kalau pihaknya menggerakkan semua elemen dirumah sakit untuk penanganan darurat terhadap para pasien yang diduga mengalami keracunan tersebut.

"Saat ini kita kerahkan semua elemen, manajemen, dokter spesialis, perawat dan bidan semua turun lapangan mulai awal kejadian di ketahui kita kerahkan semua tenang medis," pungkasnya. 

Penulis: Muzahidin

10 Mei 2023

Kecelakaan Maut di Jalan Raya Sui Kakap Pal VIII Kubu Raya, Seorang Pengendara Tewas

Kecelakaan Maut di Jalan Raya Sui Kakap Pal VIII Kubu Raya, Seorang Pengendara Tewas.
KUBU RAYA - Seorang warga mengalami kecelakaan setelah motor yang dikendarainya menabrak bagian belakang Dump truk yang terparkir di Jalan Raya Sui Kakap Pal VIII depan Komplek Pal Mas Desa Pal Sembilan Kecamatan Sungai Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. 

Hermanto (40) pengendara Sepeda motor warga Pontianak Tenggara tewas di tempat. Selasa (9/5/23) siang.

Satuan Lalu Lintas Polsek Sungai Kakap tiba di lokasi tidak lama setelah kejadian. Sejumlah saksi mata mengatakan motor dengan nomor polisi KB 4216 XE itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Pontianak menuju Sungai Kakap. Dump Truk nomor polisi  KB 9849 WH dalam posisi terparkir, di kiri jalan.

Kasat Lantas Polres Kubu Raya, Iptu Apit Junaedi mengatakan, " Menurut informasi warga setempat, Motor yang melaju dengan kecepatan tinggi langsung menabrak bagian belakang truk, pada saat itu Basdi supir Dump Truk yang mengangkut tanah hendak memasang terpal di bag truk miliknya," kata Apit.

Akibat peristiwa tersebut Korban mengalami luka dibagian kepala dan mengalami pendarahan di hidung, Korban sempat dibawa ke rumah sakit Kota Pontianak namun nyawanya tak tertolong hingga dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis. 

"Pihak keluarga korban sudah dihubungi dan barang bukti sudah kita geser ke Polsek Sungai Kakap, untuk sopir dump truk tidak mengalami luka," ujar Apit.

"Kecelakaan lalu lintas ini menjadi peringatan bagi semua pengguna jalan untuk senantiasa berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas. Kesadaran akan keselamatan di jalan raya sangatlah penting guna mencegah terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa seperti yang terjadi pada hari ini, pungkas Apit.

09 Mei 2023

Heboh! Semburan Lumpur Mirip Lapindo Terjadi di Pondok Pesantren di Mempawah Kalbar

Heboh! Semburan Lumpur Mirip Lapindo Terjadi di Pondok Pesantren di Mempawah Kalbar.
MEMPAWAH - Terjadinya semburan lumpur mirip lumpur Lapindo di Pondok Pesantren Nurul Amaliyah Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalbar, pada Senin (8/5/2023).

Menurut Kapolres Mempawah melalui Kasat Reskrim Polres Mempawah IPTU Robin Talib, S.Tr.K., mengatakan bahwa ini bukan kali pertamanya kejadian tersebut.

"Ini merupakan kejadian yang sudah pernah terjadi sebelumnya. Kejadian ini adalah kejadian kesekian kalinya akibat dari pembuatan sumur bor," kata Robin.

Peristiwa semburan yang merusak dinding dan atap salah satu bangunan pondok pesantren tersebut sempat direkam warga dan menjadi viral di sejumlah media sosial dan WhatsApp.

Robin Talib mengatakan, semburan lumpur bermula saat pihak pesantren hendak membuat sumur bor untuk kebutuhan air bersih santri dan santriwati.

Pihak pesantren meminta pihak ketiga untuk melakukan pengerjaan pengeboran tanah untuk pembuatan sumur bor tersebut.

Sebagai informasi, Ponpes Nurul Amaliyah memiliki 400 santri dan santriwati yang tinggal di asrama sehingga memerlukan sumber air untuk keperluan sehari-hari.

"Atas kebutuhan air itu, pihak ponpes membuat sumur bor," jelasnya.

"Setelah di lakukan pengeboran tanah, dan sudah mencapai di kedalaman 40 meter, terjadi ledakan di sertai percikan api, kemudian terjadi semburan lumpur dan pasir," ucapnya.

Pihaknya sudah turun ke lokasi untuk melakukan assesmen.

Kasat Reskrim Mempawah itu mengatakan, peristiwa semburan lumpur panas ini merupakan yang ke tiga kalinya.

"Kejadian pertama kalinya pada tahun 2003, kejadian yang kedua pada tahun 2006, dan tahun 2023 merupakan kejadian yang ketiga kalinya," paparnya.

"Semburan berlangsung kurang lebih selama satu jam dan tidak ada korban jiwa," ucapnya.

Maka dari itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengetahui apakah daerah tersebut ada potensi gas alam.

"Kita juga sudah memberikan arahan kepada pihak ponpes, apabila semburan ini muncul lagi dalam intensitas yang lama, penghuni pondok dapat di ungsikan ke tempat yang aman," ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa di tempat kejadian sudah kita pasang garis polisi (Police Line).

06 April 2023

Rumah Kosong di Sanggau Hangus Terbakar, Pemilik Sedang Menginap di Pondok Kebun

Rumah Kosong di Sanggau Hangus Terbakar, Pemilik Sedang Menginap di Pondok Kebun
Rumah Kosong di Sanggau Hangus Terbakar, Pemilik Sedang Menginap di Pondok Kebun.

SANGGAU - Satu uni rumah kosong di Sanggau hangus terbakar pada hari kamis malam (5/4/2023) sekitar pukul 22.45 Wib. Diketahui pemilik rumah sedang menginap di pondok kebun.

Kebakaran tersebut menghanguskan rumah milik Jumliyati (52) yang belokasi di Jalan Setompak Permai Gang Pelangi 1 RT.005/RW.002, Kelurahan Sui Sengkuang, Kecamatan Kapuas.

Menurut Keterangan saksi an Fandi 21 th, Sekitar pukul 22.45 Wib melihat adanya Api dan asap yang keluar dari Rumah tersebut, dan Pada saat Kejadian Kondisi Rumah dalam keadaan kosong, pemilik rumah sedang menginap di pondok kebun.

Warga sekitar bergotong royong berusaha memadamkan api  dengan alat seadanya, kemudian melaporkan Ke pihak Pemadam kebakaran, dengan dibantu Warga sekitar berusaha memadamkan Api.

Untuk Penyebab kebakaran Masih belum Diketahui, Dugaan sementara akibat konsleting Kabel listrik di dalam Rumah.

Sementara tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Terlihat tim dari TRC-BPBD kab Sanggau, Manggala Agni kab Sanggau, UPK pemkab Sanggau, Badan Pemadam Api Bhakti Bersama Sanggau Berserta masyarakat setempat turut memadamkan api yang menghanguskan rumah Jumliyati.

Sementara, menurut keterangan saksi api berhasil dipadamkan sekitar pada pukul 23.59 Wib.

27 Februari 2023

Sulteng Diguncang Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 5,5

Sulteng Diguncang Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 5,5
Sulteng Diguncang Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 5,5. Foto: Gempa bumi guncang 42 km Tenggara SIGI-SULTENG Gempa ini tidak berpotensi TSUNAMI. (Dok. BMKG)
SULTENG - Gempa terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan kekuatan Magnitudo 5,5 pada pukul 08.26.02 WIB. Hal tersebut disampaikan dalam laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Senin (27/2/2023). 

"Gempa Magnitudo 5,5," tulis BMKG dalam keterangan tertulis.

Gempa tepatnya terjadi di titik 1,59LS, 120,21BT atau 42 km Tenggara Sigi dan 64 km Poso Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan ingkat kedalaman gempa adalah 10 km.

Gempa susulan kembali terjadi di wilayah Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan magnitudo 4,5 pada Senin (27/2) pukul 08.48 waktu setempat.

Lokasi guncangan berada di 40 kilometer tenggara Sigi dengan kedalaman 10 kilometer. 

Informasi terus dimutakhirkan oleh BNPB bersama BMKG, termasuk kondisi terkini di lapangan.

Info Gempa Realtime Mag:5.8, 27 Februari 2023 08:26:02 WIB, Lok:1.62 LS, 120.21 BT (Pusat gempa berada di Sulawesi, Indonesia), Kedalaman:10 Km. 

BMKG menyarankan agar masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi serta cermat dalam menanggapi informasi yang muncul.

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa tidak berpotensi tsunami.

"Perhatian!Dalam beberapa menit pertama setelah gempa bumi, parameter gempa bumi dapat berubah-ubah dan mungkin belum akurat, kecuali telah direvisi atau dianalisis ulang oleh ahli seismologi.'

Tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa susulan dengan melakukan evakuasi ke luar ruangan, menghindari material kaca, pohon rimbun maupun tiang listrik serta mengikuti instruksi dari otoritas daerah setempat.

Editor: Yakop

21 Februari 2023

Jembatan Penyeberangan Sungai Ngaring Desa Sungai Tapah Ambruk

Jembatan Penyeberangan Sungai Ngaring Desa Sungai Tapah Ambruk
Jembatan Penyeberangan Sungai Ngaring Desa Sungai Tapah Ambruk.
SEKADAU, INDOKALBAR.com – Sebuah jembatan di desa Sungai Tapah, Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalbar Ambruk, selasa (21/2/2023). 

Penyebabnya ambruk jembatan tersebut dikarena tertimpa batang pohon mentawa yang tumbang. 

Jembatan Penyeberangan Sungai Ngaring Desa Sungai Tapah Ambruk
Jembatan Penyeberangan Sungai Ngaring Desa Sungai Tapah Ambruk.
Jembatan yang di bangun pada masa Sekadau masih bergabung dengan Kabupaten Sanggau itu pernah direhab. 

Seorang warga di Kecamatan Belitang Hulu, Tri mengatakan, jembatan penyeberangan sungai Ngaring  yang ambruk disebabkan tertimpa pohon mentawa. 

"Itu penyebab nya tertimpa pohon mentawa di samping jembatan," kata Tri. 

Jembatan Penyeberangan Sungai Ngaring Desa Sungai Tapah Ambruk
Jembatan Penyeberangan Sungai Ngaring Desa Sungai Tapah Ambruk.
Terlebih lagi, kata Tri, jembatan itu sudah memang tua, dibangun masih kabupaten sanggau dulu.

"Kalau tak salah pernah direhab," ungkap Tri. 

Tri menjelaskan, pohon tersebut memang mau tumbang ke arah jembatan. 

"Ya di tebang lah sekalian oleh  warga setempat. Kalau tak salah sih, karena pohon itu tidak mampu di tarik pakai tali," jelas Tri. 

Jembatan Penyeberangan Sungai Ngaring Desa Sungai Tapah Ambruk
Anak SMP dan SD melewati jembatan darurat dari perahu.

Sementara, warga setempat membuat jembatan darurat menggunakan perahu besar. 

Hal itu supaya warga hingga anak sekolah bisa menyeberangi sungai Ngaring. 

Editor: Yakop

19 Februari 2023

Benda Mirip Granat Ditemukan di Sekadau Kalbar

Benda Mirip Granat Ditemukan di Sekadau Kalbar
Benda Mirip Granat Ditemukan di Sekadau Kalbar.
SEKADAU, INDOKALBAR.com – Satu lagi benda kuno mirip bom zaman perang dunia ke-2, ditemukan pak Jap warga Sungai Ringin. Benda  temuan tersebut cukup menarik perhatian warga di sekitarnya. 

Jab, warga Sei Ringin menuturkan bahwa benda temuannya mirip Bom, dirinya menemukan di saat sedang memasang Pukat yang tidak jauh dari rumahnya berada di bagian hulu sungai Ringin. 

"Awalnya saya kira buah kelapa yg udah kemasukan air atau tanah, karena ukurnya kurang lebih sebesar buah kelapa namun saat diangkat, begitu berat dan setelah diperhatikan  ternyata besi dan ada tanda pengaman di bagian atasnya, cuma kok ada motif bunga di bagian bawahnya," kata Jap penasaran. 

Benda Mirip Granat Ditemukan di Sekadau Kalbar
Jab Waga Sungai Ringin. Benda Mirip Granat Ditemukan di Sekadau Kalbar.
Jab kemudian memberitahu Popok, kawannya dan  menceritakan peristiwa tersebut dan  Popok dengan hati-hati membuka tutupnya dan yakin benda tersebut sudah tidak aktif sehingga dibuka dengan kunci pas dan pelan-pelan ditarik keluar sehingga tampak di dalamnya ada gumpalan besi yang memenuhi rongga dalamnya.

"Saya ajak Jab ketemu Babinsa, Bambang Heru, untuk memeriksa benda mirip bom ini. karena kami duga, mungkin pak Babinsa paham, " jelas Popok, 

Benda Mirip Granat Ditemukan di Sekadau Kalbar
Benda Mirip Granat Ditemukan di Sekadau Kalbar.
"Benar, benda tersebut memang mirip-mirip tapi saya tidak berani memastikan bukan bom atau bom,  nanti harus diteliti oleh ahlinya, yang jelas, benda tersebut sudah berusia kalau dilihat dari material besi nya."

"Saya sarankan agar benda tersebut disampaikan kepada pihak terkait agar tahu apa sesungguhnya dan nanti kita juga harus menghargai penemunya," kata Babinsa. (Tim)

18 Februari 2023

Ambruknya Langit-langit Gedung SMK 1 di Desa Sungai Bakau

Ambruknya Langit-langit Gedung SMK 1 di Desa Sungai Bakau
Keadaan gedung baru yang roboh. Ambruknya Langit-langit Gedung SMK 1 di Desa Sungai Bakau.
Ketapang, Indokalbar.com - Ambruknya langit-langit atau plafon gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 di desa Sungai Bakau kecamatan Matan Hilir Selatan Ketapang pada Rabu pagi (15/02/23) diketahui bukan dikerjakan oleh komite sekolah.

Hal itu terkonfirmasi dari penyampaian anggota komite sekolah tersebut bernama Kamaruddin.

Menurut Kamaruddin, komite sekolah hanya dipakai nama alias penanggung jawab secara administratif sedangkan penyelesaian pekerjaannya dilakukan oleh PT Khatulistiwa Mandiri.

Kata Kamaruddin, gedung itu dibangun oleh dinas Pendidikan Provinsi Kalbar menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 486 juta dan saat ini belum difungsikan dan belum serah terima

"Proyek sudah selesai, cuma masih dalam masa pemeliharaan, belum serah terima. Tapi, karena siswa tidak ada ruangan, jadi menumpang lah siswa disitu," kata Kamar, Jumat (17/02/23).

Kamaruddin mengatakan, robohnya plafon tersebut karena faktor alam, dimana saat peristiwa itu terjadi, tiupan angin sangat kencang dan berakibat merobohkan seluruh plafon gedung sekolah baru tersebut.

"Ini faktor alam," ujarnya singkat.

Berdasarkan video yang diperoleh Borneo Tribun, plafon yang roboh itu rencananya akan difugsikan sebagai ruangan perpustakaan siswa.

Plafon yang terbuat dari asbes yang terpasang di rangka baja nampak berserakan menimpa meja dan kursi.

"Seluruh dek runtuh pada satu ruangan belajar karena tiupan angin yang sedikit kencang disertai hujan," kata suara lelaki pembuat Vidio yang diperoleh Borneo Tribun itu.
Mirnawati salah seorang guru SMK tersebut mengkonfirmasi gedung sekolah ini baru dibangun. Dalam kejadian itu, ada beberapa siswa yang mengalami luka-luka saat hendak menyelamatkan diri.

"Tadi ada yang cedera sedikit karena mencoba menyelamatkan diri lompat dari jendela keluar dari ruang kelas ini," katanya.

Oleh: Muzahidin
Editor: Yakop

06 Februari 2023

Kecelakaan di Sekadau, 1 Pengendara Motor Meninggal di Tempat

Kecelakaan di Sekadau, 1 Pengendara Motor Meninggal di Tempat
Kecelakaan di Sekadau, 1 Pengendara Motor Meninggal di Tempat. (Humas Polres Sekadau)
Sekadau, Kalbar -- Seorang pengendara motor berinisial MO (17) meninggal dunia akibat kecelakaan di Jl. raya Sekadau - Sintang Km. 13 dusun Entada desa Bokak Sebumbun Kecamatan Sekadau Hilir pada Minggu siang (5/2/2023).

Korban meninggal akibat tabrakan beruntun yang terjadi antara sepeda motor yang dikendarainya dengan mobil Dump truk Mitsubishi serta mobil L-truck yang belum diketahui identitasnya.

Kapolres Sekadau melalui Kasat Lantas AKP Much. Shofian menerangkan, kejadian bermula saat korban mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dari arah Sintang menuju Sekadau.
 
"Saat melewati jalan menanjak dan menurun tiba-tiba di depannya terdapat satu unit kendaraan ekspedisi yang mengurangi kecepatannya karena berpapasan dengan kendaraan lain," terang Kasat Lantas.

Karena jarak terlampau dekat, korban tidak sempat mengerem sepeda motornya dan menabrak bagian belakang mobil ekspedisi. Akibat benturan tersebut, korban terlempar ke kanan jalan.

Saat itu pula, dari arah berlawanan datang kendaraan Dump truk Mitsubishi KB 9835 BL sehingga korban terlindas dan terseret sejauh 4 meter dan meninggal di tempat kejadian.

"Kerugian materi sebesar 2 juta rupiah. Selain mengevakuasi korban dan mengamankan barang bukti, kami telah melakukan olah TKP untuk kepentingan penyidikan," tukas Kasat Lantas.

(Yakop/Mul)

01 Februari 2023

Banjir Menggenangi Permukiman dan Lahan Pertanian di Kapuas Hulu

Banjir Menggenangi Permukiman dan Lahan Pertanian di Kapuas Hulu
Banjir Menggenangi Permukiman dan Lahan Pertanian di Kapuas Hulu. (Ho-Antara)
KAPUAS HULU - Banjir menggenangi permukiman penduduk dan lahan pertanian di beberapa bagian wilayah Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.

Bencana banjir yang terjadi sejak Selasa pagi (31/1/2023) menimbulkan genangan hingga setinggi 1,5 meter di wilayah Desa Ulak Pauk, Kecamatan Embaloh Hulu.

"Rumah warga dan lahan pertanian terendam khususnya tanaman padi, dengan kondisi seperti ini kami terancam gagal panen," kata Kepala Desa Ulak Aloysius Sukarno saat dihubungi dari Putussibau pada Rabu pagi.

Menurut Sukarno, warga yang rumahnya terendam akibat banjir sebagian terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.

"Saya semalam juga mengungsi, di dalam rumah (tinggi genangan) air sekitar 80 cm," katanya.

Namun, dia belum bisa menyebutkan secara terperinci jumlah rumah dan luas lahan pertanian yang terdampak banjir serta jumlah warga yang mengungsi akibat banjir di wilayahnya.

"Hingga saat ini kami masih melakukan pendataan," katanya.

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air sungai meluap dan membanjiri daerah sekitarnya di beberapa bagian wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, pada Selasa malam (31/1) banjir melanda sejumlah desa di wilayah Kecamatan Embaloh Hulu, Embaloh Hilir, Putussibauu Utara, dan Putussibau Selatan.

Banjir di antaranya melanda Desa Ulak Pauk dan Saujung Giling Manik di wilayah Kecamatan Embaloh Hulu, daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

Selain itu, banjir melanda Desa Tanjung Kerja, Nanga Nyabau, Tanjung Lasa, Sibau Hulu, dan Sibau Hilir di Kecamatan Putussibau Utara serta Desa Belatung di Kecamatan Embaloh Hilir.

Banjir juga melanda Desa Tanjung Jati dan Teluk Barak serta Kelurahan Kedamin Hilir di wilayah Kecamatan Putussibau Selatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Hulu Gunawan mengingatkan kepala desa dan camat yang wilayahnya terdampak banjir untuk segera melaporkan dampak bencana di wilayah masing-masing agar pemerintah daerah bisa segera mengerahkan bantuan yang diperlukan.

Pewarta : TT/Antara
Editor : Yakop

Jembatan Nanga Menterap ke Boti Roboh, Ini Kata Kalak BPBD Sekadau

Jembatan Nanga Menterap - Boti Roboh, Diduga Akibat Terjangan Air Pasang
Jembatan Nanga Menterap - Boti Roboh, Diduga Akibat Terjangan Air Pasang.
Sekadau, Kalbar -- Jembatan gantung sepanjang 65 m dengan lebar 1,5 m penghubung Desa Nanga Menterap - Desa Boti Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau dilaporkan roboh diduga akibat terjangan air pasang.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Boti Y. Sudarsono kepada media ini Rabu (1/2/2023) menuturkan, jembatan yang pernah dilakukan perbaikan tahun 2019 ini diperkirakan roboh  pada siang hari hal ini terkonfirmasi dari kepala desa Nanga Menterap.
Jembatan Nanga Menterap - Boti Roboh, Diduga Akibat Terjangan Air Pasang
Jembatan Nanga Menterap - Boti Roboh, Diduga Akibat Terjangan Air Pasang.
"Jembatan gantung Nanga Kenala Desa Nanga Menterap tadi siang roboh, sejauh ini belum ada korban namun jembatan saat ini tidak bisa dilalui warga dari dua desa" tutur Y. Sudarsono.

Saat ini jelas Y Sudarsono dari kedua desa akan segera melaporkan kondisi terkini jembatan kepada pihak terkait.

Terpisah, Kalak BPBD Sekadau Akhmad Suryadi saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, belum mendapat laporan namun pihaknya akan segera mengecek  kelokasi" Besok pagi BPBD ke lokasi" ujarnya singkat. (Jr)

25 Januari 2023

Tingginya Curah Hujan, Jalan Cupang Gading - Mondi Putus

Kondisi jalan penghubung Desa Cupang - Desa Mondi yang terputus karena longsor (Doc TRC BPBD Sekadau).
Sekadau, Kalbar - Tingginya curah hujan mengakibatkan jalan lintas Desa Cupang Gading menuju Desa Mondi yang terletak di Dusun Cupang Gading putus karena longsor pada Senin (24/1/2023) sekitar pukul 00.15 Wib.

Menanggapi informasi tersebut, Kepala Pelaksanaan BPBD Kabupaten Sekadau Ahmad Suryadi melalui TRC BPBD melaksanakan monitoring dan pengecekan kelapangan.  berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya menindak lanjuti kejadian tersebut.

"Benar, Kecilnya diameter gorong-gorong yang dibuat dari pipa, karena tersumbat sampah dan ranting kayu yang membuat jalan tersebut digenangi air, sehingga derasnya air menyebabkan jalan tersebut putus karena Longsor dengan panjang 4 meter dan lebar 6 meter," Ujarnya saat dikonfirmasi media ini, Rabu (25/1/2023).

Tim TRC BPBD didampingi Kepala Dusun Cupang Gading, Fransiskus Tono berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya menindak lanjuti kejadian tersebut.

"Cuaca saat ini tidak menentu, warga untuk selalu waspada. Untuk sementara hanya bisa lewati pejalan kaki, belum bisa pakai kendaraan," Ujar Tono.

Oleh : R. Hermanto/Mus/TRC BPBD 

23 Januari 2023

Camat Sekadau Hulu: Jalan dari Desa Cupang Gading ke Desa Mondi Terputus

Camat Sekadau Hulu: Jalan dari Desa Cupang Gading ke Desa Mondi Terputus
Jalan dari Desa Cupang Gading ke Desa Mondi Terputus. (Ho-Purba)
Sekadau - Jalan dari Desa Cupang Gading - Desa Mondi  dilaporkan terputus akibat hujan deras pada Senin (22/1/2023).  Jalan terputus sepanjang 4 meter tepat di Dusun Cupang Bau.

Berdasarkan keterangan Camat Sekadau Hulu, Uden kepada media ini  menerangkan, jalan yang terputus akibat hujan deras saat itu.

"Derasnya hujan akibatkan jalan dari Cupang Gading - Mondi terputus, saat ini kita dan pihak desa mengupayakan pembuatan jembatan darurat untuk kenderaan roda dua" terang Camat Sekadau Hulu Uden. 

Pihak Kecamatan, menurut Uden, tengah mengupayakan koordinasi kepada perusahaan sekitar desa Cupang Gading dan Mondi untuk melakukan penanganan sementara .

"Sudah kita hubungi pihak perusahaan minta alat berat untuk penanganan darurat, dengan BPBD segera dilaporkan" ujar Uden

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ahmad Suryadi dikonfirmasi hal ini belum bisa memberikan keterangan" akan segera melakukan pengecekan ke lokasi terputusnya jalan" ujarnya singkat. 

(Yk/Jr)

20 Januari 2023

Demo Di Lanud Harry Hadisoemantri, Ternyata Ini Dia

Simulasi Demonstrasi di halaman Lanud Harry Hadisoemantri Bengkayang.
Bengkayang, Kalbar - Kepala Dinas Operasi (KadisOps) Lanud Harry Hadisoemantri Mayor Lek Darmawan memimpin langsung simulasi Penanggulangan Huru Hara dari Prajurit TNI AU Harry Hadisoemantri di Depan Pos Meteor 2 Lanud Harry Hadisoemantri Desa Bange, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalbar, Jumat (20/1/2023).

Kegiatan tersebut yang di diskenariokan pendemo memasuki area Pos Lanud Had. 

Dalam orasinya, pendemo menyampaikan ketidakpuasan masalah tanah garapan. 

Situasi tambah tidak kondusif karena massa bertambah banyak pihak Lanud lewat mediator tampak kewalahan menghadang massa. Oleh karena itu, Pasukan PHH Lanud Had atas perintah Galaxy (Danlanud) memerintahkan Jupiter (KadisOps) untuk mengerahkan langsung maupun menghadang para pendemo yang sudah membakar ban dan melewati Pos depan Meteor 2 Lanud Had.

Pasukan PHH Lanud Had dapat memukul mundur para pendemo dan memadamkan api serta menangkap salah satu warga sebagai Provokator yang di anggap terlalu arogan. 

"Simulasi dapat berjalan lancar sesuai dengan instruksi dan Latihan yang telah di laksanakan Prajurit," Ujar Mayor Lek Darmawan. 

Pada kesempatan KadisOps juga  menyampaikan latihan Praktek Simulasi Penanggulangan Huru Hara (PHH) sesuai dari komando atas yakni TNI AU kepada satuan Lanud Had khususnya berkewajiban untuk membantu Kepolisian dan instansi lainnya yang akan kita hadapi di tahun politik.

Dengan berkerjasama antar TNI AU Lanud Had dan Polri  dari Polres Bengkayang melaksanakan latihan tersebut selama dua hari.  Kegiatan meliputi materi pengenalan peralatan PHH dan dilanjutkan praktek lapangan simulasi PHH.

"Harapannya kedepan untuk Personel akan siap melaksanakan pengamanan apabila terjadi yang tidak diinginkan, kita dapat membantu pihak Kepolisian memberikan support dan bantuannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban khususnya di Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat," Tukasnya.

Oleh : Rinto Andreas
Editor : R. Hermanto 

12 Januari 2023

Ruslan Tenggelam di Sungai Mahap Daerah Batu Terbalik, Begini dikatakan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau

Ruslan Tenggelam di Sungai Mahap di daerah Batu Terbalik
Ruslan Tenggelam di Sungai Mahap di daerah Batu Terbalik. (Ho-Polres Sekadau)
Sekadau, Kalbar - Ruslan (40) asal warga Dusun Tanjung Desa Nanga Mahap Kecamatan Nanga Mahap Kabupaten Sekadau tenggelam di Sungai Mahap di daerah Batu Terbalik - daerah Pulau Sari di dusun Riam Batang desa Nanga Suri, Rabu (11/1/2023) kemarin sekitar pukul 22.00 WIB.

Kapolres Sekadau AKBP Suyono melalui Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu Rahmad Kartono menceritakan pada hari rabu 11 Januari 2023 Sekira pukul 20.00 WIB korban bersama 4 rekan lainya berangkat dari rumah menuju Sungai Batu Tebalik Pulau Sari dusun Riam Batang Desa Nanga Suri. Keempat orang tersebut sedang mencari ikan dengan cara Nyemotet.

"Sesampai di sungai, korban bersama rekannya langsung menyelam. Setelah beberapa waktu rekan korban naik ke permukaan sungai tetapi Saudara Ruslan alias Lan tidak ada dan hanya di temukan satu buah Senter milik korban yang sudah terapung," cerita Kasat.
Ruslan Tenggelam di Sungai Mahap di daerah Batu Terbalik. (Ho-Polres Sekadau)
Ruslan Tenggelam di Sungai Mahap di daerah Batu Terbalik. (Ho-Polres Sekadau)
Sekira pukul 22.00 WIB, kata Rahmad Kartono, rekan Korban Melapor kepada kades bahwa Ruslan tengelam.

"Kapolsek beserta personil polsek, Personil Koramil, Kades Nanga Mahap serta dibantu warga sekitar langsung menuju TKP guna mencari Korban dengan sampan," kata Rahmad Kartono.

Lebih lanjut, kata Rahmad Kartono, pada hari kamis 12 Januari 2023 Sekira Pukul 06.30 WIB anggota kembali mencari korban. 

"Tim berhasil menemukan korban berjarak ±15 Meter dari pertama kali korban menyelam. Kedalaman sungai sekira 1,5 Meter, dan korban dalam keadaan Meninggal dunia," pungkas Rahmad Kartono. 
Ruslan Tenggelam di Sungai Mahap di daerah Batu Terbalik. (Ho-Polres Sekadau)
Ruslan Tenggelam di Sungai Mahap di daerah Batu Terbalik. (Ho-BPBD Kabupaten Sekadau)
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau Akhmad Suryadi mengatakan, TRC BPBD Kabupaten Sekadau Memonitor dan mengecek ke lapangan.

Selain itu, pihaknya juga berkordinasi dengan pihak terkait dalam upaya menindak lanjuti kejadian tenggelamnya Ruslan.

"Korban meninggalkan seorang istri dan dua orang anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah," terang Akhmad. 

(Yakop)