Berita Indokalbar.com: Kesehatan hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

23 November 2023

Karolin Mengajak Pemda Dan Masyarakat Bergerak Bersama Menangani DBD

Karolin ajak seluruh pihak cegah DBD
Karolin ajak seluruh pihak cegah DBD.
NGABANG – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Landak per 20 November telah terjadi 500 kasus dan sudah ada 9 korban jiwa dari kasus demam berdarah, sehingga menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah Kabupaten Landak untuk melakukan upaya penanganan untuk melakukan pencegahan penyebaran agar tidak terjadi kejadian luar biasa (KLB).

Beberapa wilayah kecamatan yang menjadi daerah kasus DBD terbesar yakni Kecamatan Ngabang sebanyak 141 kasus, Kecamatan Menyuke sebanyak 84 kasus, Kecamatan Sengah Temila sebanyak 60 kasus dan Kecamatan Mempawah Hulu sebanyak 51 kasus, sedangkan Kecamatan Menjalin ada 31 kasus, Kecamatan Sebangki 26 kasus, Kecamatan Banyuke Hulu 23 kasus, Kecamatan Meranti 19 kasus, Kecamatan Jelimpo 18 kasus, Kecamatan Air Besar 15 kasus, Kecamatan Mandor 14 kasus dan Kecamatan Kuala Behe 13 kasus serta Kecamatan Sompak yang memiliki kasus DBD terendah yakni 3 kasus DBD.

Menanggapi kasus DBD yang meningkat di Kabupaten Landak, Bupati Landak periode 2017-2022 Karolin Margret Natasa mengajak Pemerintah Kabupaten Landak dan masyarakat untuk bergerak bersama menangani DBD, hal tersebut disampaikan Karolin pada penyuluhan dan pencegahan DBD di Kantor Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, kamis (23/11/23).

“Kami sangat prihatin dengan kasus DBD yang terjadi saat ini sangat tinggi dan sudah menelan korban jiwa. Untuk itu, kami mengajak pemda dan masyarakat untuk bergerak bersama menangani kasus DBD ini dengan melakukan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran DBD di Kabupaten Landak,” ucap Karolin.

Karolin menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Landak untuk mengkoordinasikan seluruh camat, kepala desa dan kepala puskesmas dalam menyikapi meningkatnya kasus DBD sebagai bentuk upaya penanganan dan pencegahan.

“Pemda Landak sebaiknya segera mengkoordinasikan seluruh camat, kepala desa dan kepala puskesmas agar dapat melakukan pemetaan wilayah yang menjadi daerah-daerah sebaran DBD dari desa hingga ke dusun sehingga dapat memberikan tindakan yang tepat dan cepat kepada masyarakat dalam menangani kasus DBD yang terjadi.” terang Karolin.

Lebih lanjut Karolin berpesan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan serta melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta menggencarkan sosialisasi 3M plus yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

“Dan yang dimaksudkan Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, gotong royong membersihkan lingkungan, periksa tempat-tempat penampungan air, meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup, memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar, dan menanam tanaman pengusir nyamuk,” pesan Karolin.

22 November 2023

Pasca Evakuasi di PT. BSL, Polres Sekadau Tampung 32 Pekerja Di Aula Polres

Polres Sekadau tampung 32 pekerja PT. BSL
Polres Sekadau tampung 32 pekerja PT. BSL.
SEKADAU - Setelah mengungkap kasus penyekapan karyawan yang terjadi di PT. Bintang Sawit Lestari (BSL), petugas gabungan Polres Sekadau bersama Satpol PP Kabupaten Sekadau pada Senin (21/11) melakukan evakuasi terhadap para pekerja dari camp PT. BSL, di Desa Tapang Perodah, Kecamatan Sekadau Hulu.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Sekadau AKBP Suyono melalui Kasi Humas IPTU Agus Junaidi. IPTU Agus membeberkan, karyawan yang diselamatkan tersebut rata-rata berasal dari NTT dan bekerja sebagai pemanen sawit di lahan milik PT. Bintang Sawit Lestari.

"Ketika petugas tiba di camp PT. BSL, disana sekitar 32 orang karyawan meminta perlindungan dari polisi, kepada polisi, mereka mengaku tidak mendapatkan gaji dan fasilitas yang tidak sesuai, bahkan mendapat perlakukan yang kurang mengenakkan," terang IPTU Agus.  

Kemudian Polisi bersama Satpol PP melakukan evakuasi dan dibawa menuju Sekadau. Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 32 orang karyawan tersebut masih ditampung sementara di Polres Sekadau dalam kondisi baik. 

"Terkait hal ini Polres Sekadau masih berkoordinasi dengan Disnaker Kabupaten Sekadau, untuk sementara karyawan kami tampung disini dengan aman, mereka menempati Aula Polres Sekadau dan mendapatkan fasilitas yang layak, seperti air bersih dan makanan," sambung IPTU Agus. 

Kemudian pada hari ini, Rabu (22/11/2023), para karyawan tersebut diberikan layanan pemeriksaan kesehatan dari Sie Dokkes Polres Sekadau. Seperti cek tensi darah, pemberian vitamin, serta pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat bagi mereka yang mengeluhkan sakit. 

"Hal ini merupakan bentuk kepedulian Polres Sekadau, untuk memastikan mereka dalam kondisi sehat selama tinggal disini maupun nanti ketika pulang ke NTT, namun untuk hal ini masih didiskusikan dengan Dinas terkait dan dengan karyawan itu sendiri apakah mereka mau pulang ke kampung halaman atau masih ingin bekerja di Sekadau," jelas IPTU Agus.

18 November 2023

Yohanes Ontot: "SE KLB sebagai Rambu-rambu Tangani DBD"

Plt. Bupati Sanggau tandatangani SE KLB DBD
Plt. Bupati Sanggau tandatangani SE KLB DBD.
SANGGAU – Surat Edaran (SE) Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) telah ditandatangani Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sanggau, Yohanes Ontot per 17 November 2023. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diminta serius dalam menangani DBD.

“SE KLB sudah, positif mulai hari ini (Jumat 17/11/2023). Sudah saya tanda tangani. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, sebagai rambu-rambu bagi setiap OPD untuk menyesuaikan tindakkannya. Saya kira dinas-dinas terkait harus tunning dia, harus care dia, harus mampu mengakomodir dan mengkoordinir seluruh jajaran di bawah. Terkoordinir dan terintegrasi,” tegasnya Yohanes Ontot ditemui wartawan usai apel pencegahan dan kesiapsiagaan, penanggulangan DBD, Jumat (17/11/2023).

Ontot juga mewanti-wanti, OPD atau dinas terkait tidak bisa lagi landai-landai dalam hal penanggulangan DBD. KLB, kata dia, mengisyaratkan bahwa DBD sudah tidak dalam batas yang normal. Harus bergerak cepat, tegas, dan terkoordinasi.


“Kalau dia senyamannya berjalan, oh tidak bisa. Kalau kejadian luar biasa orang berjalan landai-landai saja seperti melihat situasi-situasi yang biasa saja, itu tidak bisa. Harus dia bergerak cepat, tegas, koordinasi, kiri-kanan, depan-belakang. Kalau kejadian luar biasa dianggap hal yang normal, tidak usah kita buat KLB,” tegasnya lagi.

Meski begitu, Ontot juga mengakui sarana dan prasarana pencegahan dan penanggulangan DBD masih sangat kurang. Ia mengaku sudah menggelar rapat antar OPD, perbankan dan perusahaan.

“Paling tidak mereka bisa kongsi beli satu. Dari Pak Kajari ada (alat fogging). Sekali lagi kita semua terutama instansi teknis bekerja lebih efektif, lebih serius. Bukan mereka tidak serius, tapi ini kejadian luar biasa, harus gaspol,” terangnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Sanggau itu berharap DBD dapat ditekan dan tak ada lagi kasus baru.

“Harapan kita dengan gerakan massal, gerakan moral kemanusiaan, mudah-mudahan wabah demam berdarah ini bisa kita tekan dan kita basmi bersama-sama masyarakat luas,” pungkasnya.

Apel Pencegahan DBD, Langkah Serius Plt. Bupati Sanggau

Plt. Bupati Sanggau buat langkah tegas tangani DBD
Plt. Bupati Sanggau buat langkah tegas tangani DBD.
SANGGAU – Dr. Yohanes Ontot M.Si, yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Bupati Sanggau, telah mengambil langkah tegas dengan menandatangani Surat Edaran (SE) Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD). Langkah ini menandai kepedulian yang lebih serius dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menangani kasus DBD di Kabupaten Sanggau.

Pernyataan dari Plt. Bupati Sanggau ini disampaikan saat acara apel pencegahan dan kesiapsiagaan penanggulangan DBD di Halaman Kantor Bupati Sanggau pada Jumat (17/11/2023). "SE KLB telah ditandatangani hari ini. Saya berharap langkah ini akan menjadi panduan bagi setiap OPD untuk bertindak. Dinas terkait harus bekerja sama, terkoordinasi, dan terintegrasi secara efektif dalam menangani masalah ini," ujar Plt. Bupati Yohanes Ontot.

Ditekankan juga bahwa semua dinas terkait tidak bisa lagi menganggap remeh penanggulangan DBD. KLB menunjukkan bahwa situasinya sudah di luar batas normal. Perlunya aksi yang cepat, tegas, dan terkoordinasi dari semua pihak terkait.

"Ketika ada kejadian luar biasa, kita tidak bisa berjalan dengan santai. Aksi harus cepat, tegas, dan terkoordinasi dari semua arah. Kita tidak bisa menganggap situasi luar biasa ini sebagai sesuatu yang biasa. Ini bukan waktu untuk bertindak lambat," tegasnya.

Yohanes Ontot juga mengakui keterbatasan sarana dan prasarana untuk pencegahan serta penanggulangan DBD di Kabupaten Sanggau. Dia telah mengadakan rapat antara OPD, perbankan, dan perusahaan untuk mengatasi hal ini.

"Dalam hal ini, setidaknya kita dapat berbagi sumber daya. Kita sudah memiliki bantuan fogging dari Kajari Sanggau. Semua pihak, terutama instansi teknis, harus bekerja lebih efektif dan serius. Ini bukan masalah kurangnya keseriusan, tetapi situasi luar biasa yang memerlukan respons maksimal," tambahnya.

Plt. Bupati Sanggau berharap untuk menekan angka kasus DBD dan menghentikan kasus baru. Untuk itu, kerjasama yang erat diperlukan, tidak hanya dari dinas terkait, tetapi juga dari masyarakat untuk memperhatikan lingkungan mereka sendiri.

"Marilah kita bersama-sama membasmi sarang nyamuk ini. Dengan gerakan bersama, semangat kemanusiaan, kita berharap wabah DBD dapat ditekan dan dibasmi bersama-sama dengan seluruh masyarakat," tandasnya.

Kegiatan Polri Peduli Stunting Dilakukan di Polres Singkawang

Polri Peduli Stunting di wilkum Polres Singkawang
Polri Peduli Stunting di wilkum Polres Singkawang.
SINGKAWANG – Polres Singkawang telah menggelar Kegiatan Polri Presisi Peduli Stunting di Aula Barak Dalmas mereka. 

Acara tersebut dihadiri oleh para ibu pengurus Bhayangkari Cabang Singkawang, Kasidokes bersama Personel Sidokkes Polres Singkawang, dan Petugas Gizi dari Puskesmas Kota Singkawang.

Kegiatan dimulai dengan registrasi peserta ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak yang mengalami stunting. 

Dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan, pengukuran berat badan, tinggi badan, serta evaluasi kesehatan ibu dan anak.

Dalam kegiatan tersebut, PS. Kasidokkes Polres Singkawang, dr. Noval, mengatakan bahwa pada tanggal 17 November 2023 telah dilakukan pemeriksaan terhadap jumlah anak stunting di Polres Singkawang. 

Total peserta yang hadir mencapai 150 orang, terdiri dari 50 anak stunting usia 0-2 tahun, 50 anak stunting usia 2-5 tahun, 33 ibu menyusui, dan 17 ibu hamil.

Dr. Noval juga menegaskan, "Program Polri Peduli Stunting bertujuan untuk mencatat dan memberikan pemahaman kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak yang mengalami stunting. Tenaga medis bekerja setiap minggu bersama polisi guna memastikan ibu menyusui dapat memberikan gizi yang diperlukan serta memberikan ASI eksklusif kepada bayinya."

17 November 2023

Subandrio Dorong Peran Kader Posyandu untuk Masyarakat Sekadau Sehat

Wabup Sekadau tutup Jambore Kader Posyandu
Wabup Sekadau tutup Jambore Kader Posyandu.
SEKADAU – Penyelenggaraan pembagian hadiah kompetisi serta penutupan Jambore Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Sekadau pada Jumat, (17/11/2023) di Gedung Kateketik Sekadau, Jalan Merdeka Selatan. 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas Kesehatan, PP, dan KB Sekadau, didukung oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2023.

Tema "Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju" menjadi landasan bagi kegiatan ini yang berlangsung selama 3 hari (15-17/11), diikuti oleh 48 peserta kader posyandu dari 7 kecamatan. Dalam upaya memberikan penghargaan kepada kader-kader posyandu, pemerintah menyatakan apresiasi mereka sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan kabupaten Sekadau.

Kepala Dinas Kesehatan, Henry Alpius, menegaskan pentingnya peran kader posyandu dalam menangani permasalahan kesehatan di masyarakat, terutama stunting yang angkanya saat ini mencapai 17 persen di Kabupaten Sekadau. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan para kader menjadi kunci utama dalam menurunkan angka stunting.

Dalam upaya meningkatkan peran posyandu, Henry Alpius memberikan dorongan kepada kader-kader posyandu untuk tetap semangat dalam pelayanan masyarakat. Dia juga menekankan perlunya peningkatan jumlah kader posyandu di setiap posyandu serta peran mereka dalam mengajak berbagai kelompok usia untuk menggunakan layanan posyandu.

Dalam penutupan kegiatan jambore, Subandrio memberikan arahan yang sekaligus menjadi bagian dari visi misi Bupati, di mana peningkatan akses sanitasi menjadi salah satu prioritas. Dia juga menyoroti pentingnya kader posyandu dalam mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat Sekadau.

Subandrio menekankan pentingnya peran RSUD dalam penanganan DBD, di mana pemerintah tengah menggencarkan upaya PSN kepada masyarakat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Apresiasi diberikan kepada pelayanan RSUD yang dianggap cukup baik dalam menangani kasus DBD.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para kader posyandu terus berkembang dan meningkatkan perannya dalam melayani masyarakat, sesuai dengan semangat untuk menjadikan Kabupaten Sekadau sebagai pesaing yang tangguh di tingkat nasional dalam hal pelayanan kesehatan.

16 November 2023

48 Orang Mengikuti Jambore Kader Posyandu Kabupaten Sekadau

Aron buka Jambore Kader Posyandu Kabupaten Sekadau
Aron buka Jambore Kader Posyandu Kabupaten Sekadau.
SEKADAU – Pembukaan Jambore Kader Posyandu tingkat Kabupaten Sekadau yang bertema "Menciptakan kadar yang berkompeten dan berperan aktif mewujudkan desa sehat menuju masyarakat Sekadau yang maju, sejahtera, dan bermartabat" ini berlangsung selama tiga hari, diikuti oleh 48 orang kader posyandu.

Bupati Sekadau, Aron, S.H, memulai acara dengan memberikan pengarahan dan secara resmi membuka acara dengan pemukulan gong. Beliau memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua kader posyandu yang telah gigih memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Terkait penurunan persentase stunting di Kabupaten Sekadau menjadi 17 persen dari sebelumnya 35 persen, Bupati mengakui hal ini sebagai hasil dari perjuangan, kerja keras, dan kerjasama yang kompak.

Dalam arahannya, Aron menegaskan pentingnya kelangsungan kader posyandu ini. Dia menggarisbawahi bahwa perubahan kepemimpinan di tingkat desa tidak boleh mengakibatkan perubahan besar-besaran pada kader posyandu, karena hal itu dapat mengganggu kontinuitas program kesehatan.

Lebih lanjut, Aron menyatakan bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama bagi kemajuan. Dia menegaskan bahwa tantangan masa depan anak-anak tidaklah mudah dan bahwa pembinaan kader merupakan investasi untuk generasi mendatang.

Ketua Pelaksana yang juga Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, Henry Alpius, menyatakan bahwa pemerintah daerah melalui Dinkes telah memberikan pelayanan kesehatan hingga tingkat dusun. Program pembinaan kader posyandu menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ini.

Jumlah posyandu di Kabupaten Sekadau telah bertambah dari 253 posyandu pada tahun 2022 menjadi 263 posyandu pada tahun 2023, dengan keaktifan mencapai 74,5 persen. Meskipun demikian, Kabupaten Sekadau masih membutuhkan upaya lebih lanjut untuk mencapai target 80 persen dari Kementerian Kesehatan RI.

Kegiatan jambore ini juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada kader-kader posyandu yang telah unggul. Lima kader posyandu mendapatkan penghargaan sebagai kader teladan dari Gubernur Kalimantan Barat.

Pemda Kabupaten Sekadau juga telah berkomitmen untuk menyediakan 265 paket alat posyandu yang sesuai dengan standar, sebagai dukungan nyata bagi program kesehatan posyandu.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di Kabupaten Sekadau, termasuk Ketua TP. PKK, Ketua GOW, para Camat, beberapa Kepala Desa, dan Kepala Puskesmas di lingkungan pemerintahan setempat. Semua pihak hadir untuk memberikan dukungan dan komitmen dalam memajukan kesehatan masyarakat di Sekadau.

14 November 2023

Alpius Minta Dukungan Masyarakat Hadapi Lonjakan Kasus DBD

Henry Alpius ajak masyarakat berperan aktif cegah DBD
Henry Alpius ajak masyarakat berperan aktif cegah DBD.
SEKADAU – Kepala Dinas Kesehatan PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius, S.Kep., M.M., Mengingatkan Pentingnya Peran Masyarakat dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)

Usai Rapat Paripurna di Kantor DPRD, Kadiskes Henry Alpius menyampaikan keprihatinannya terkait peningkatan kasus DBD di Kabupaten Sekadau. Dengan angka terkini mencapai 320 kasus dan 5 kematian, Alpius menekankan perlunya peran aktif masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit ini.

"Ini terus meningkat, karena memang Dinas Kesehatan sedang giatnya untuk melaksanakan survei dalam rangka penemuan kasus DBD," ungkapnya.

Alpius berharap adanya penemuan kasus dapat mempercepat penanganan, menghindari keterlambatan dalam upaya pencegahan. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan sehat, khususnya dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui tindakan menutup, menguras, dan mendaur ulang barang-barang bekas.

"Fogging dilakukan dengan fokus di daerah-daerah yang memiliki kasus DBD. Kita usahakan dalam radius 300 meter melaksanakan foggingnisasi," tambahnya.

Selain itu, Alpius memberikan perhatian khusus kepada orangtua dengan anak kecil. Jika anak mengalami gejala demam, periksa secara cepat untuk memastikan penanganan dini.

"Dengan awal-awal penanganan, kita dapat mendeteksi kasus dengan baik, mencegah pendarahan, dan shock yang mungkin terjadi pada kasus DBD," tegas Henry Alpius.

13 November 2023

Sidak Ruang Rawat Inap Kelas III RSUD Sambas, ini kata Bupati Satono

Bupati Sambas sidak Ruang Rawat Inap Kelas III RSUD
Bupati Sambas sidak Ruang Rawat Inap Kelas III RSUD.
SAMBAS – Bupati Sambas Satono melakukan inspeksi mendadak (sidak) layanan di Ruang rawat inap Kelas III RSUD Sambas, Kalimantan Barat  untuk memastikan layanan maksimal dan sebagaimana mestinya.

"Pengecekan pelayanan publik secara mendadak ini penting agar tahu persis seperti apa layanan di lapangan," ujarnya saat dihubungi di Sambas, Minggu (12/11/2023).

Satono mengatakan, hal tersebut merupakan bagian dari tugasnya sebagai Bupati Sambas untuk memastikan pelayanan di rumah sakit berjalan sesuai dengan regulasi.

"Saya lihat tadi pagi apakah tenaga medisnya ada atau tidak, ternyata untuk jadwal pagi berada semua. Ini artinya saya pastikan pasien yang di rawat di RSUD Sambas ini terlayani dengan baik," kata dia.

Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan salah satu visi misi Sambas Berkemajuan. Program sehat Satono- Rofi (Prosesar) adalah program dari Sambas Berkemajuan untuk masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi dan belum mempunyai BPJS Kesehatan serta sebagai pertolongan pertama bagi pasien. Ia berharap pemerintah daerah dan seluruh tenaga kesehatan saling bersinergi untuk mewujudkan Sambas Berkemajuan.

"Alhamdulillah dengan hadirnya program unggulan kami Prosesar bisa membantu masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi dan ini sangat disambut baik oleh masyarakat," Tutur Satono.

Ia menyatakan bahwa akhir tahun 2023 ini mencoba untuk menambah bed atau tempat tidur agar pasien itu bisa tertampung.

"Untuk sekarang masih ada keterbatasan tempat pasien jadi masih banyak pasien yang kita rujuk ke luar. Saya harap tahun ini sudah bisa melayani pasien-pasien dan minim rujukan keluar Sambas," ujar dia.

09 November 2023

Upaya Pencegahan Stunting Sejak Perencanaan Kehamilan di Sintang

Program pendampingan calon pengantin Sintang untuk cegah Stunting
Program pendampingan calon pengantin Sintang untuk cegah Stunting.
SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, telah menegaskan kesiapannya dalam menjalankan program pendampingan bagi calon pengantin sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting di daerah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang, Maryadi, menekankan pentingnya pendampingan bagi calon pengantin untuk memastikan kesiapan calon pengantin wanita dalam menghadapi kehamilan, sementara kesehatan calon pengantin pria memainkan peran kunci dalam menentukan kualitas kesehatan anak yang akan dilahirkan.

Maryadi menyampaikan bahwa upaya pencegahan stunting tidak terbatas pada periode kritis 1.000 hari pertama kehidupan anak, melainkan harus dimulai sejak perencanaan kehamilan. Langkah ini, katanya, dapat dimulai melalui pendampingan terhadap remaja yang akan menjadi calon pengantin.

Menurutnya, calon pengantin di wilayah Sintang diwajibkan mengikuti program pendidikan pranikah dan menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan khusus yang dilakukan tiga bulan sebelum pernikahan.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk mencegah penularan penyakit yang dapat memengaruhi pasangan dan anak saat mereka memulai kehidupan bersama.

"Kami telah merancang program yang kami sebut 'Sibincantin', yang merupakan singkatan dari strategi pencegahan stunting melalui bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Kami yakin program ini dapat efektif dalam mengatasi permasalahan stunting di Kabupaten Sintang," jelas Maryadi.

Wakil Bupati Sintang, Melkianus, menambahkan bahwa pendampingan terhadap calon pengantin merupakan terobosan penting yang harus didukung oleh seluruh pihak sebagai bagian dari upaya menanggulangi masalah stunting.

"Ide ini sangat baik untuk mencapai target penurunan angka stunting sebesar 14 persen di Kabupaten Sintang," katanya.

Melkianus menegaskan bahwa program pendampingan pra nikah ini harus diikuti oleh semua calon pengantin dari berbagai agama. Materi pendampingan yang disampaikan juga sangat penting dan menarik, menjadi pengetahuan wajib bagi calon pengantin sebelum memasuki kehidupan pernikahan.

"Selain pendampingan terhadap calon pengantin, ada beragam program lain yang harus dijalankan secara bersamaan untuk menurunkan angka stunting," pesan Melkianus.

02 November 2023

Waspada DBD, RSUD dan Dinkes PP dan KB Bersinergi Berantas Sarang Nyamuk

RSUD dan Dinkes PP dan KB bersinergi cegah DBD
RSUD dan Dinkes PP dan KB bersinergi cegah DBD.
SEKADAU - Meningkatnya kasus demam berdarah (DBD) yang dialami anak-anak membuat pihak Rumah Sakit Umum Daerah dan Dinas Kesehatan, PP dan KB Kabupaten Sekadau bersinergisitas melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), Sekadau pada hari Rabu, 1 November 2023.

Saat diwawancarai, Direktur RSUD Kabupaten Sekadau, Tanjung Harapan menyikapi kasus peningkatan demam berdarah saat ini. Ia menyampaikan jumlah tamu yang berkunjung lebih dari 100 orang. Perbulan Oktober saja terdata ada 70 an kasus, ungkapnya.

Pihak RSUD telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan fogging ke sekolah-sekolah serta mendata, pengecekan anak dan lingkungan sekolah.

Ia berharap DBD pada anak segera ditangani dan menggerakkan PSN untuk mencegah kenaikan kasus. Kita juga mendorong setiap petugas puskesmas, rumah sakit agar memberantas jentik di rumah-rumah dan lingkungan ,terutama penampungan air.

Kepala dinas kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Henry Alpius mengungkapkan kasus DBD saat ini memang terjadi kenaikan sehubungan dengan peningkatan curah hujan namun kita sudah antisipasi.

Untuk itu lanjut dirinya, kita melaksanakan program PSN dan telah melakukan fogging seluruh kasus yang tinggi, di lingkup sekolah.

"Tadi juga baru melaksanakan program pencegahan DBD di sekolah-sekolah, kami lihat anak, lingkungan sekolah banyak terjadi kasus," jelasnya.

Terkait curah hujan yang terus meningkat, Kepala Dinkes menghimbau masyarakat supaya lebih kearah kebersihan lingkungan dan PSN.

Dinas juga mengajak anak sekolah SD maupun SMP mencegah terjadinya demam berdarah agar mereka waspada terutama memperhatikan rumah bebas jentik.

"Disamping pelayanan-pelayanan, kita tinjau kesiapan puskesmas dan rumah sakit karena belum ada obat spesifik. Nah, Pemerintah daerah sifatnya membantu menurunkan gejala saja," tukas Henry Alpius saat diwawancarai di RSUD.

Hendry juga mengatakan, Bansos pelayanan KB yang diadakan Dinas Kesehatan yang kita fasilitasi mulai dilakukan satu (1) hari, Rabu (1/10) pagi. 

"Itu program pertama di Kabupaten Sekadau," ungkapnya.

01 November 2023

Dinkes Sekadau Lakukan Operasi KB Gratis untuk Masyarakat

Wabup Sekadau tinjau operasi KB gratis di RSUD
Wabup Sekadau tinjau operasi KB gratis di RSUD.
SEKADAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sekadau Meninjau Kegiatan Operasi Keluarga Berencana (KB) Gratis Tahap 1 Tahun Anggaran 2023 bertempat di RSUD Jalan Merdeka Timur pada hari Rabu, (1/11/2023).

Operasi KB gratis merupakan salah satu program pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Yang mana tahap pertama ini digratiskan untuk 9 orang peserta.

Wakil Bupati Sekadau, Subandrio bersama rombongan meninjau peserta di RSUD, dirinya mengatakan bahwa ini adalah program pemerintah daerah, guna membantu meringankan beban masyarakat Sekadau.

"Sebenarnya tahun lalu kita ingin anggarkan dan laksanakan namun belum terealisasikan karena beberapa hal." ungkap Subandrio

Wabup juga berharap program ini berkelanjutan, semoga kita bisa dilaksanakan tahun depan, tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes PP dan KB, Henry Alpius mengatakan kami baru melaksanakan gerakan atau operasi KB MOW (metode operasi wanita), Rabu (1/11) pagi.

"Jadi hari ini tinjauan Wabup, dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Sekadau dalam rangka cakupan KB." ujarnya

Ada 9 calon akseptor yang mendapatkan operasi KB secara gratis. Dirinya berharap kedepan bisa menambah lagi peserta, jelas Henry Alpius.